Kartu 3 dari 9 · Dina
Dina ngatur grup ini kayak menteri.
36%
dari semua pesan
41%
chat yang dia mulai
Rapor jujur buat grup kamu
Upload ekspor chat WhatsApp. Marco baca semua pesan dan foto, terus nge-spill dinamika tiap orang di dalamnya. Tiap klaim ada bukti chat-nya.
Kartu 3 dari 9 · Dina
36%
dari semua pesan
41%
chat yang dia mulai
DICEK KATA PER KATA DENGAN CHAT ASLINYA
Ini contoh dari chat fiktif. Rapor chat kamu bakal beda.
Tiap chat punya cerita
Chat fiktif, tampilannya persis aplikasi aslinya. Buka salah satu buat lihat rapor yang ditulis Marco.
Kenapa ini ngena
Siapa aja bisa nebak grup kamu kayak gimana. Marco kasih tahu, sekalian nunjukin persis bagian chat yang jadi buktinya.
Setiap kutipan dicocokin persis dengan chat kamu sebelum ditampilin. Kalau nggak ada di chat, nggak bakal masuk rapor.
Siapa paling banyak ngomong, siapa yang mulai duluan, siapa paling fastres: semuanya dihitung dari chat kamu, bukan hasil tebakan AI.
Tap bagian mana aja buat lihat chat di baliknya, lengkap sama siapa yang kirim dan kapan.
Angkanya
Browser kamu ngitung tiap chat sebelum Marco nulis apa pun. Nih, angkanya dari grup karangan.
Dari “Geng Weekend”, grup karangan
425
chat dibaca
41%
chat dimulai sama Dina
4mnt
median waktu bales
13%
chat masuk lewat tengah malam
64
foto yang diintip Marco
Paling rame jam 21:00
Mulai dari satu pertanyaan
Pilih jenis chat-nya. Marco nyesuaiin cara bacanya: chat sama pacar beda sama grup keluarga, beda lagi sama grup kantor.
Baca sesuai gaya kamu
Ganti kapan aja, cukup sekali tap. Temuannya sama, buktinya sama, vibes-nya beda.
Setumpuk kartu, kayak Marco nge-chat hasilnya langsung ke kamu.
Bacaan panjang dengan judul serif gede dan bukti di catatan kaki.
Berkas per orang, barang bukti yang disorot, dan cap vonis.
Marco
Geng Liburan · Kartu 5 dari 9
Dika gas. Dika skip. Dika gas lagi.
Tiga keputusan dalam tujuh menit. Weekend ala Schrödinger.
3×
“gas gas gas”
heymarco.coHeyMarco
Lanjut kepo
Ubah kartu mana aja jadi kartu story sekali tap, siap buat Instagram atau langsung ke grup.
Cara kerjanya
Di WhatsApp: buka chat → Lainnya → Ekspor chat. Taruh file-nya di sini. Chat-nya diproses dulu di browser kamu, jadi hitungannya langsung kelihatan.
Tiap pesan, tiap foto, sampai siapa yang paling fastres dan siapa yang paling slowres. Tab-nya boleh ditutup, Marco tetap lanjut nulis.
Pembuka dan bagian-bagian awal gratis. Kalau worth it, baru buka sisanya.
Chat kamu
Nggak ada orang lain di chat yang bakal tahu. Marco baca chat-nya cuma buat nulis rapor kamu. Udah, itu aja.
MAKASIH UDAH BACA
Harga
Intip bocorannya dulu. Kalau worth it, baru buka rapornya. Nggak perlu akun, nggak ada langganan.
Pertanyaan
Tiap rapor dimulai dengan bocoran gratis: pembuka dan bagian-bagian awal. Mau buka sisanya atau nggak, kamu yang putusin. Nggak perlu masukin kartu buat lihat bocorannya.
Chat kamu cuma dipakai buat nulis rapor. Pesannya otomatis dihapus tujuh hari setelah kamu upload chat atau terakhir kali buka rapor. Kamu juga bisa hapus sendiri chat, foto, dan semua rapor kapan aja.
Ekspor chat WhatsApp dari iPhone dan Android udah bisa dipakai, dengan atau tanpa media, begitu juga ekspor dari Telegram Desktop. Ekspor dari Instagram, Messenger, LINE, dan KakaoTalk juga udah bisa. iMessage dan WeChat nyusul: dua-duanya nggak punya tombol ekspor, jadi masing-masing butuh tool terpisah di komputer. Chat-nya boleh pakai bahasa apa aja; rapornya ditulis dalam bahasa yang kamu pilih.
Ekspor chat kira-kira dua menit. Marco biasanya butuh beberapa menit lagi, lebih lama kalau chat-nya gede banget. Tab-nya boleh ditutup, Marco tetap lanjut nulis.
Marco cuma boleh pakai isi chat kamu, dan semua kutipan dicek kata demi kata biar persis sama dengan pesan aslinya sebelum kamu lihat. Angka-angkanya dihitung dari pesan kamu, bukan dibuat Marco.
Bisa. Setelah buka rapor, kamu bisa tanya apa aja ke Marco soal chat yang sama, atau minta rapor tentang satu orang. Tiap jawaban jadi rapor baru.